Begini Pengalaman Saya Membuat SIM Di Prancis

SIMperancisSIM atau surat ijin mengemudi bagi beberapa orang sangatlah penting untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Baik itu untuk bekerja maupun untuk sekedar belanja atau mengantar anak-anak ke sekolah.

Begitupun bagi saya yang tinggal di Prancis dikarenakan adanya kebutuhan untuk leluasa bergerak akhirnya saya memutuskan untuk membuat SIM di Prancis beberapa waktu lalu.

Pengalaman membuat SIM di negara maju seperti Prancis sangatlah berbeda dengan pengalaman saya membuat SIM di Indonesia. Membuat SIM di Prancis jangan harap bisa mendapatkan atau langsung jadi dalam sehari, butuh kurang lebih 3 bulan untuk saya mendapatkan SIM. Bahkan menurut statistik rata-rata orang prancis membutuhkan 5 hingga 6 bulan untuk mendapatkannya dengan total biaya yang bisa mencapai  hingga 2000 euros atau sekitar 26 juta rupiah

Ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh seseorang yang ingin mendapatkan SIM disini. Yang pertama seseorang diharuskan mengikuti Sekolah Mengemudi terlebih dahulu yang bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian SIM yang diadakan oleh pemerintah. Ada dua jenis ujian yang dilakukan, yang pertama ujian teori lalu lintas dan yang kedua ujian praktek mengemudi.

VIP-conduite
Sekolah mengemudi di Monaco

Biaya yang harus dikeluarkan untuk sekolah mengemudi ini menempati porsi terbesar dari keseluruhan biaya untuk membuat SIM. Saya sendiri walaupun sudah memiliki pengalaman mengemudi diharuskan untuk mengikuti 10 kali pertemuan selama 45 menit per pertemuan untuk praktek mengemudi agar saya bisa beradaptasi dengan beberapa kebiasaan dan rambu-rambu yang ada disini. Biaya yang harus saya keluarkan untuk sekolah mengemudi ini sebesar 450 euros hanya untuk praketek mengemudi saja belum dengan biaya untuk belajar rambu lalu lintas yang juga disediakan oleh sekolah mengemudi.

Tahapan untuk membuat SIM sendiri dimulai dengan pelatihan rambu lalu lintas yang biasanya berlangsung beberapa bulan tergantung kemajuan yang kita bisa raih. Setelah ujian rambu lulus maka kita harus mengikuti kursus mengemudi yang biasanya berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung juga dari kemajuan seseorang. Apabali dilihat sudah mencukupi kemampuan mengemudinya maka pihak sekolah akan menentukan kita bisa mengikuti ujian praktek mengemudi atau tidak.

Ujian Rambu Lalu Lintas

Sebelum seseorang mengikuti ujian praktek mengemudi diharuskan untuk mengikuti ujian rambu lalu lintas terlebih dahulu. Ujian rambu lalu lintas dilakukan dengan simulasi 40 pertanyaan dengan toleransi kesalahan maksimal 5 jadi kalau anda salah 6 maka anda dinyatakan tidak lulus dalam ujian ini. Saya lihat beberapa rambu lalu lintas ada yang sama dengan di Indonesia, tetapi ada juga yang benar-benar baru bagi saya.

ujianSIM prancis

Ujian rambu lalu lintas dilakukan disuatu ruangan yang dilengkapi dengan sebuah proyektor. Untuk menjawab pertanyaan disediakan alat semacam stik elektronik yang dilengkapi dengan 4 tombol untuk menjawab pertanyaan yang terhubung dengan komputer penguji, jadi tidak perlu repot-repot menulis dan memeriksa hasil ujian. Untuk ujian ini saya sendiri berhasil lulus setelah hampir sebulan berlatih menggunakan aplikasi simulasi pertanyaan yang banyak dijual di toko buku.

Sebagai gambaran bagaimana pertanyaan yang muncul dalam ujian ini berikut adalah contohnya.

Ujian Mengemudi

Apabila kita lulus ujian rambu lalu lintas maka kita bisa mengikuti ujian selanjutnya yaitu ujian mengemudi.   Ujian mengemudi dilakukan oleh penguji dari pemerintah. Ujian ini terdiri dari mengemudi selama kurang lebih 30 menit dengan didampingi penguji dan pelatih kita dari sekolah mengemudi.

ujianSIM prancis2

Selain itu juga pada ujian ini ada bagian dimana kita diharuskan untuk melakukan demontrasi parkir atau manuver lainnnya dan juga pengetahuan dasar kendaraan seperti misalnya untuk mengecek ketinggian oli ada dimana, kunci pengaman pintu anak-anak ada dimana, cara mengganti lampu bagaimana dan lain sebagainya. Jumlah poin yang saya harus dapatkan adalah 20 dari 30 poin maksimal, kurang dari 20 berarti tidak lulus, atau apabila penguji sampai harus memegang kemudi dan menginjak pedal rem atau yang lainnya dijamin tidak akan lulus.

verification

Untuk ujian ini pun saya akhirnya dinyatakan lulus setelah berlatih mengemudi selama satu setengah bulan dengan pertemuan dua kali per minggu. Tetapi itu belum selesai setelah lulus pun saya masih diberikan percobaan selama 3 tahun dan wajib menempelkan stiker dengan tulisan huruf ‘A’ atau artinya ‘apprentissaage‘ atau di negara-negara yang berbahasa inggris stiker ‘L’ atau learner pada bagian belakang mobil.

Oh ya SIM di Prancis juga dilengkapi dengan sistem poin. Poin maksimal adalah 12, sedangkan bagi saya yang baru mendapatkan SIM diberikan hanya 6 poin yang setiap tahunnya bisa bertambah 2 poin apabila saya tidak melakukan pelanggaran.

Pada beberapa pelanggaran selain didenda juga bisa dicabut poinnya. Jadi apabila kita terkena razia dan ternyata kadar alkohol dalam nafas kita sebanyak 0,25 miligram/satu liter udara nafas kita, maka siap-siap saja dicabut 6 poin langsung, denda 135 euros, mobil disita di tempat, anda harus pulang sendiri entah bagaimana caranya dan SIM tidak bisa digunakan selama 3 tahun berturut-turut. Selesai? belum, apabila ternyata kadarnya lebih melebihi 0,25 maka jeruji besi siap menanti selama 2 tahun maksimal.

raziaalkohol
razia polisi

 

Selain itu juga saya perhatikan memang ada beberapa hal khusus yang tidak saya temui ketika saya mengemudi di Indonesia. Misalnya saja disini bisa dihitung dengan jari bundaran yang menggunakan lampu merah kecuali bundaran itu sangat rumit biasanya akan dilengkapi dengan lampu merah.

Jadi apabila kita akan memasuki sebuah bundaran maka kita wajib memprioritaskan kendaraan yang datang dari arah kiri yang sudah terlebih dahulu berada didalam jalur memutar. Jadi prinsipnya apabila kosong kita boleh lanjut atau apabila ada mobil yang sedang memutar kita harus berhenti hingga kita bisa menemukan celah untuk masuk ke dalam jalur memutar.

bundaran

bundaran
Cara mengambil jalur di bundaran

 

Selain itu juga yang unik dan benar-benar baru bagi saya disini ada aturan yang dinamakan ‘priorité à droite‘ atau terjemahan bebasnya adalah memprioritaskan kendaraan yang datang dari arah jalur kanan. Aturan ini mengharuskan kita mempersilahkan kendaraan tersebut untuk melaju terlebih dahulu.  Aturan ini biasanya ditandai dengan beberapa rambu, atau apabila pada sebuah persimpangan tidak ada rambu sama sekali maka aturan ‘prioritas dari kanan’ ini otomatis berlaku.

priorite-a-droite-3
Prioritas dari kanan

priorite

Jadi apabila anda sedang mengemudi dan ketika anda akan memasuki sebuah persimpangan dan melihat rambu-rambu yang menunjukkan aturan ‘prioritas dari kanan’, atau tidak ada rambu sama sekali maka anda harus memprioritaskan dari kanan. Tetapi yang saya perhatikan aturan prioritas dari kanan ini biasanya hanya akan ada jalan-jalan di dalam suatu kota kecil atau jalan raya yang batas kecepatannya tidak lebih dari 30 km/jam.

Memang secara sepintas membuat SIM di negara maju seperti Prancis terlihat sangat rumit dan mahal, akan tetapi efeknya angka kecelakaan disini bisa ditekan. Sekedar gambaran angka kematian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas di Prancis tahun 2012 sebanyak 3.250 kematian, bandingkan dengan angka kematian di Indonesia di tahun yang sama sebanyak 117.949 kematian.

Memang ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi disini misalnya saja kondisi jalan raya atau kelengkapan rambu lalu lintas, akan tetapi ini menunjukkan memang angka kecelakaan bisa ditekan asal ada kesadaran dan usaha kolektif dari semua pihak.

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *